Pergaulan yang buruk akan merusak kebiasaan yang baik,
So Be Smart :)
Pengalaman ini terjadi
sewaktu aku menjadi mahasiswa baru pada awal September 2005. Lokasi kuliah yang
kurang lebih 40km dari kampung halamanku menjadikan diriku anak kost yang jauh
dari orang tua. Ini pengalaman pertamaku untuk hidup mandiri dan ku merasa
kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar kampus dan dengan teman-teman
baru. Aku mencoba untuk mengikuti life
style teman-teman jurusanku yang lebih baik hang-out mencari tempat nongkrong, bermain bilyard, pergi ke mall dan bermain game dari pada mengikuti mata kuliah yang
membuat pusing tidak keruan. Akupun tertarik dalam bermain game, karena di
kampung kurang mengenal game Online, dan hal ini membuat asing bagiku dan igin
mencoba. Aku pun mendapatkan teman, teman dalam sepermainan game. Pengalaman
pertama bermain game sungguh mengasyikan. Jika dosen tidak hadir akupun
langsung bermain game, hingga lupa ada jam kuliah berikutnya, sehingga akhirnya
aku harus cut class atau dalam dunia
perkuliahan sering dikatakan “titip absent”. Kami selalu bermain game di lab.
computer khusus jurusan yang lokasinya tidak jauh dengan kelas dimana kami
belajar-mengajar. Hari demi hari semakin aku kecanduan dengan game hingga
teman-teman satu kelas memanggil kami gamer,
orang yang sangat pecandu dengan game. Karena jenis game yang kami mainkan
terus berinovasi membuat kami semakin penasaran lagi, lagi dan lagi, nama game
yang kami mainkan bermula dari empire dan beralih ke game baru Warcraft. Karena
game baru kita pernah bermain game sepanjang hari, start pukul 08.00 pagi di lab.komputer jurusan hingga tutup lab. jam
15.00 sore, sampai lupa makan siang kemudian lanjut lagi menuju Puskom (pusat komputer)
yang ada di Universitas hingga pukul 18.00 sore karena penjaga lab. akan
istirahat dan buka lagi jam 19.00, maka kami rela menuggu di kampus dan tidak
pulang, setelah dibuka lagi kami pun melanjutkan kegilaan kami bermain game
hingga jam tutup lab. jam 23.00 malam, tidak cukup sampai di situ kami langsung
beranjak ke warnet untuk mengambil paket malam jam 12 malam sampai jam 06.00
pagi. Hal ini hampir seminggu 3 kali saya lakukan bersama teman-teman gamer
lainya sampai semester 1 berakhir, sehingga selama 6 bulan dalam perkuliahan
yang saya dapatkan hanya bermain game dan game. Nilai kartu hasil study yang
sangat menyedihkan IP semester pertama mendapatkan 2,0 membuat ku harus bergelut dengan adik
tingkat.
Aku mulai intropeksi diri bahwa kecanduan game sangat menyiksa, dan aku ingin keluar dari zona ini akan tetapi sangat sulit, hingga akhirnya kakak senior yang juga teman kosan memberikan nasehat, dorongan, dan motivasi serta mengajak’ku untuk bergabung dalam kegiatan organisasi yang menjadikan diriku memiliki aktivitas. Hari berganti hari’ku sangat aktif dalam organisasi selalu mengikuti setiap kegiatan dan banyak hal positif yang kudapatkan, kartu hasil studiku pun berangsur membaik serta teman organisasi men-support untuk berubah. Dan akhirnya aku bisa melaluinya walaupun ada resiko yang dibayar, teman-temanku dalam bermain game pun satu persatu menjauh dan mengucilkan’ku.
Akan tetapi, aku mengerti sekarang bahwa dengan siapa aku bergaul, akan membentuk karakter tempat dimana aku bergaul. Sehingga aku mempunyai komunitas yang baru dan membentuk karakter positif dalam hidupku. This my real story!!
Aku mulai intropeksi diri bahwa kecanduan game sangat menyiksa, dan aku ingin keluar dari zona ini akan tetapi sangat sulit, hingga akhirnya kakak senior yang juga teman kosan memberikan nasehat, dorongan, dan motivasi serta mengajak’ku untuk bergabung dalam kegiatan organisasi yang menjadikan diriku memiliki aktivitas. Hari berganti hari’ku sangat aktif dalam organisasi selalu mengikuti setiap kegiatan dan banyak hal positif yang kudapatkan, kartu hasil studiku pun berangsur membaik serta teman organisasi men-support untuk berubah. Dan akhirnya aku bisa melaluinya walaupun ada resiko yang dibayar, teman-temanku dalam bermain game pun satu persatu menjauh dan mengucilkan’ku.
Akan tetapi, aku mengerti sekarang bahwa dengan siapa aku bergaul, akan membentuk karakter tempat dimana aku bergaul. Sehingga aku mempunyai komunitas yang baru dan membentuk karakter positif dalam hidupku. This my real story!!

